Jumat, 09 Januari 2009

Bagaimana Memikat Orang Lain Mengikuti Cara Berpikir Anda,


Anda Tidak Bisa Menang Dalam Sebuah Debat,

Seseorang yang diyakinkan untuk menentang kehendaknya sendiri akan tetap memegang pendapatnya sendiri. Seperti Ben Franklin biasa katakan, “Saya sudah kehilangan bertahun-tahunhidup saya untuk bertengkar dan berdebat. Sekarang, saya terus menjaga mulut saya tertutup. Usaha saya itu memperoleh hasil.“ Kalau anda mendebat dan bersikeras dan menentang, anda kadang-kadang memang akan mendapat kemenangan, tapi itu adalah kemenangan kosong, karena anda tidak akan pernah memperoleh kehendak baik lawan anda. Jadi, renungkan sendiri untuk anda. Mana yang lebih anda suka, kemenangan akademis yang semu atau kehendak baik seseorang.
Anda mungkin benar, benar sekali, sementara anda melaju terus dalam perdebatan anda, tapi sejauh berkenaan dengan mengubah pikiran seseorang, anda mungkin akan sama persis sia-sianya seolah anda yang salah. Frederick S. Parsons, seorang konsultan pajak penghasilan, pernah bertengkar dan berdebat selama sejam dengan inspektur pajak pemerintah. Inspektur pajak ini memperlihatkan salah satu dari kelemahan paling umum dari manusia. Dia menginginkan satu perasaan penting, dan selama Parsons berdebat dengannya, dia memperoleh perasaan pentingnya dengan menekankan otoritasnya. Namun begitu rasa pentingnya diterima, dan perdebatan itu berhenti karena dia diizinkan untuk mengembangkan keakuannya, dia menjadi seorang manusia simpatik dan baik hati.
Kebencian tidak akan pernah berakhir dengan kebencian lagi, melainkan dengan cinta. Dan kesalahpahaman tidak pernah bisa diakhiri dengan perdebatan, melainkan dengan taktik, diplomasi, penyelesaian dan hasrat yang simpatik untuk melihat sudut pandang orang lain. Lincoln berkata, “Tak seorang pun yang bertekad memanfaatkan yang terbaik dari dirinya sendiri. Boleh meluangkan waktu kepuasan pribadi. Ia tetap tidak dapat menerima konsekuensinya, termasuk kelemahan watak dan hilangnya kontrol-diri. Lebih baik member jalan anda kepada seekor anjing daripada digigit olehnya dalam pertarungan untuk memperoleh hak. Bahkan membunuh anjing itu pun tidak akan menyembuhkan gigitannya.”
Dalam sebuah artikel dalam Bits and Pieces, bagaiman mencegah rasa tidak setuju agar tidak menimbulkan perdebatan. Sambut baik rasa tidak setuju itu. Ingatlah slogan, “Apabila dua mitra selalu setuju, slah satu dari mereka tidak perlu. “Kalau ada beberapa hal yang belum anda pikirkan, bersyukurlah kalu itu diberitahu pada anda. Mungkin ketidaksetujuan ini merupakan kesempatan anda untuk dikoreksi, sebelum anda membuat kesalahan serius.”
Jangan percaya pada kesan pertama naluri anda. Reaksi alami kita yang pertama dalam sebuah situasi yang tidak mengenakkan adalah menjadi defensive. Hati-hati. Tenanglah dan perhatikan reaksi pertama anda. Mungkin itu merupakan bagian anda yang terburuk, bukan anda yang terbaik.
Kendalikan kemarahan anda. Ingat, anda bisa mengukur besarnya seseorang melalui hal-hal yang membuatnya marah.
Dengarkan dulu. Beri kesempatan lawan anda untuk berbicara biarkan mereka selesai berbicara.
Jangan menolak, mempertahankan diri atau berdebat. Semua ini hanya akan mempertinggi tembok penghalang. Berushalah membangun jembatan pengertian. Jangan membangun penghalang yang lebih tinggi dari kesalahpahaman.
Cari bidang-bidang kesepakatan. Kalau anda sudah mendengar perkataan lawan anda, pikirkan dulu pokok-pokok atau bidang-bidang yang anda setujui.
Jujurlah. Cari wilayah-wilayah dimana anda bisa menerima kesalahan, dan sampaikan hal itu. Minta maaf atas kesalahan anda. Hal ini akan membantu melucuti senjata lawan dan mengurangi sikap defensifnya.
Berjanjilah untuk memikirkan ide-ide lawan anda dan pelajari ide-ide itu dengan seksama. Dan lakukanlah sungguh-sungguh. Lawan anda mungkin besar. Jauh lebih mudah pada tahap ini untuk memikirkan pandangan-pandangan mereka dibandingkan anda maju dengan cepat dan mendapatkan diri anda dalam posisi dimana lawan anda bisa berkata, “Kami sudah berusaha menyampaikan pada anda, tapi anda tidak mau mendengarkan.”
Berterimaksihlah pada lawan anda dengan tulus dan untuk minat-minat mereka. Siapa pun yang mau meluangkan waktu untuk menyatakan tidak setuju dengan anda berarti dia berminat dalam hal yang sama seperti anda. Pikirkan mereka sebagai orang-orang yang benar-benar ingin menolong anda, dan anda mungkin bisa menjadikan lawan anda sebagai kawan.
Jangan terburu-buru bertindak, beri waktu kepada kedua pihak untuk memikirkan masalahnya. Sarankan pertemuan berikutnya diadakan selanjutnya hari itu atau besoknya, ketika semua fakta mungkin bisa dibawa. Dalam mempersiapkan pertemuan ini, ajukan beberapa pertanyaan sulit kepada diri sendiri. Apabila seorang dari kami berteriak, yang lain harus mendengar-karena apabila dua orang yang berteriak, tidak akan terjadi komunikasi, hanya terdengar sura berisik yang semrawut. Dan satu-satunya cara memperoleh manfaat sepenuhnya dari perdebatan adalah menghindarinya.


B. Cara Pasti Untuk Menambah Musuh dan Bagaimana Menghindarinya,

Anda dapat mengatakan kepada orang lain bahwa mereka salah dengan pandangan atau intonasi atau gerak isyarat semahir anda mampu ungkapkan dalam kata-kata-dan bila anda sampaikan pada mereka bahwa mereka salah, apakah anda bisa membuat mereka setuju dengan anda? Tidak pernah! Karena anda sudah menghantam langsung kecerdasan, penilaian, kebanggaan, dan respek-respek diri mereka. Hal itu malah akan membuat mereka ingin memukul balik. Dan cara itu tidak pernah membuat mereka ingin mengubah pikiran. Kemudian, anda mungkin bisa menantang pada mereka dengan semua logika dari Plato atau Immanuel Kant, namun anda tidak akan mampu mengubah opini mereka, karena anda sudah melukai perasaan mereka.
Jangan pernah memulai dengan mengatakan: “Saya akan buktikan sesuatu pada anda.” Cara itu sungguh buruk. Itu sama saja mengatakan: “Saya lebih intar dari anda. Saya akan sampaikan pada anda satu atau dua hal, dan membuat anda mengubah pikiran anda.” Itu sebuah tantangan. Itu malahan membangkitkan perlawanan dan membuat si pendengar ingin melawan anda, bahkan sebelum anda memulai pertempurannya.
Memang sulit, bahkan dibawah kondisi yang paling ramah sekalipun, untuk mengubah pikiran orang. Jadi, mengapa harus membuatnya semakin sulit? Mengapa anda membuat cacat diri anda sendiri? Kalau anda hendak membuktikan apapun, jangan membuat seorang pun mengetahui hal itu, sehingga tidak ada seorang pun yang tahubahwa anda melakukannya. Hal ini diekspresikan dengan baik sekali oleh Alexander Pope, yatu :
- Orang harus diberi pelajaran dengan cara seolah-olah anda tidak mengajarinya, dan hal-hal yang tidak diketahui diajukan sebagai hal-hal yang terlupa.
Galileo pun berkata:
- Kita tidak bisa mengajarkan apa pun pada seseorang, kita hanya bisa membantunya menemukannya sendiri dalam dirinya.


Lord Chesterfield berkata kepada putranya:
- Berusahalah lebih bijaksana daripada orang lain kalu bisa, tapi jangan katakan itu kepada mereka.
Socrates berkata berulang kali kepada pengikutnya di Athena,yaitu:
- Saya hanya tahu satu hal, yaitu saya tidak tahu apa pun.
Kalau seseorang membuat satu pertanyaan yang menurut anda salah - ya,bahkan bila anda tahubahwa itu salah – bukankah lebih baik memulainya dengan mengatakan: “Baiklah, coba kita lihat. Menurut saya, hal ini adalah sebaliknya, namun mungkin saya yang salah. Saya memang sering salah. Dan kalau saya salah, saya ingin diperbaiki. Mari kita meneliti fakta-faktanya.”

Tidak ada komentar: